Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar terus berupaya mendukung keberlangsungan usaha peternak ayam petelur di Blitar Raya, salah satunya melalui perluasan akses pemasaran ke berbagai daerah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas komoditas telur di tengah fluktuasi harga di tingkat peternak.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan Kota Blitar memiliki posisi strategis sebagai kota perdagangan yang dapat menjadi penghubung pemasaran berbagai komoditas unggulan, termasuk telur ayam. Menurutnya, pemerintah daerah dapat berperan dalam membuka jejaring pemasaran melalui kerja sama antardaerah.
Walikota Mas Ibin menyebut upaya tersebut telah menunjukkan hasil positif melalui sejumlah kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, seperti Kota Depok, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, dan beberapa daerah lainnya.
"Teman-teman sudah mendapatkan purchase order (PO) puluhan ton setiap bulan, bahkan mencapai lebih dari 100 ton per bulan dari beberapa pemerintah daerah hasil kerja sama tersebut," ungkap Mas Ibin saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi peternak saat produksi melimpah adalah terbatasnya akses pasar. Karena itu, perluasan jaringan pemasaran menjadi langkah penting untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Kota Blitar juga tengah menyiapkan pembangunan Blitar Trade Centre (BTC) yang dirancang sebagai pusat konsolidasi perdagangan berbagai komoditas unggulan dari Kota Blitar dan wilayah sekitarnya.
Mas Ibin menjelaskan, BTC diharapkan dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas, baik antardaerah, antarpulau, maupun pasar ekspor, sehingga produk-produk unggulan daerah memiliki akses pasar yang semakin besar.
"Pemerintah Kota Blitar akan membangun BTC. Ini merupakan bagian dari ekosistem perdagangan yang nantinya membuka akses perdagangan antardaerah, antarpulau, hingga ekspor," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, mengatakan berdasarkan hasil komunikasi dengan peternak, harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp21.500 per kilogram.
Meski demikian, harga telur di pasar tradisional Kota Blitar masih relatif stabil. Berdasarkan hasil pemantauan dalam dua hari terakhir, harga telur tercatat berada di kisaran Rp27.000 per kilogram dengan kondisi pasokan yang masih aman.
Selain itu, peternak juga mendapat dukungan melalui program penyediaan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram yang membantu menekan biaya pakan ternak.
"Pantauan harga telur di pasar tradisional Kota Blitar dalam dua hari terakhir masih stabil di kisaran Rp27.000 per kilogram. Stok juga relatif aman karena pasokan di tingkat pedagang masih tersedia," ujar Parminto.
Pemerintah Kota Blitar berharap perluasan jaringan pemasaran serta penguatan ekosistem perdagangan melalui BTC dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung daya saing komoditas unggulan daerah dan memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha. *Elg/Rir