Usai Tarawih, Warkop di Kota Blitar “Meledak” Diserbu Pengunjung

  • 28 February 2026

Potensi Blitar - Suasana sunyi di berbagai sudut Kota Blitar selama siang hari bulan Ramadan seketika berubah drastis saat malam tiba. Sejumlah warung kopi (warkop) di Bumi Bung Karno terpantau mengalami lonjakan pengunjung signifikan atau “meledak” sesaat setelah ibadah Tarawih usai, Jumat (27/ 02/ 2026).

Aktivitas sosial yang sempat tertahan di siang hari kini bergeser ke malam. Berdasarkan pantauan di sejumlah titik seperti kawasan Jalan Merdeka, Jalan Sudanco Supriyadi, hingga area sekitar Alun-Alun Kota Blitar, kursi-kursi warkop yang sebelumnya kosong mulai terisi penuh sejak pukul 20.00 WIB.

Di kawasan Bendogerit, suasana warkop berubah ramai hanya dalam hitungan menit setelah jamaah Tarawih meninggalkan masjid. Cangkir-cangkir kopi hangat tersaji silih berganti, obrolan mengalir di setiap sudut meja.

Salah seorang pengunjung, Ahmad Khusni, menyebut momen ngopi malam sebagai waktu yang paling dinantikan untuk melepas penat.

“Seharian menahan dahaga, malam ini jadi waktu yang tepat untuk menikmati kopi sambil silaturahmi dengan teman-teman. Rasanya seperti ada yang kurang kalau belum ngopi di warkop setelah Tarawih,” ujarnya.

Lonjakan pelanggan membawa dampak positif bagi pelaku usaha kopi lokal. Sejumlah pemilik warkop menambah stok bahan baku serta memperpanjang jam operasional hingga menjelang sahur guna mengakomodasi antusiasme warga.

Pengunjung lainnya, yakni Nanang menilai dinamika ekonomi lokal, memberikan catatan terkait fenomena ini. Menurutnya intensitas kunjungan ke warkop tidak hanya memutar roda ekonomi, tetapi juga mempererat kohesi sosial masyarakat. 

“Ini adalah bukti hidupnya ekonomi rakyat di malam hari. Namun, tips dari saya untuk para pengelola warkop, tetap jaga ketertiban dan jangan sampai suara bising mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat,” ujarnya.

Keramaian di pusat-pusat kuliner malam diprediksi akan terus berlangsung hingga akhir bulan suci, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang interaksi sosial setelah beraktivitas seharian. *Zak/ Kir

Press ESC to close