Transformasi Digital Kian Nyata, Pemkot Blitar Optimalkan Inovasi Smart City untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

  • 21 November 2025

Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar terus mengoptimalkan transformasi digital melalui pengembangan berbagai inovasi smart city, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan efektivitas tata kelola pemerintahan yang modern dan terintegrasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono dikonfirmasi Rabu (19/11/2025) menjelaskan bahwa konsep smart city di Kota Blitar diarahkan ke enam sasaran utama, yakni smart government, smart economy, smart living, smart society, smart environment, dan smart mobility.

Untuk pilar smart government, Pemkot Blitar telah mengembangkan sejumlah inovasi, di antaranya Sistem Informasi dan Inovasi Bappeda Bergerak (Si_Babe), Pelayanan Publik Terintegrasi Secara Online (Silpusitron), serta Aplikasi Gawe Menakne Masyarakat Kelurahan se-Kecamatan (Ageman Mas Rahmat).

Untuk pilar smart economy, Pemkot menghadirkan Lacak Peluang Investasi Aman dan Efisien Berbasis Web-GIS (Lapis Manis), Pelayanan Rekomendasi dan Perizinan Kesehatan (Patria Dinkes), serta Pajak Daerah Memudahkan Orang Versi Online (Padamoveon).

Sementara pada pilar smart living, terdapat inovasi Pelayanan ANC Terpadu bagi Ibu Hamil (Bulan Merindu) dan Pelayanan Terintegrasi Menuju Sehat Calon Pengantin (Peningset Catin).

Di sektor smart society, Pemkot Blitar juga mengembangkan inovasi Aplikasi Media Pembelajaran dan Rapat Online (Asinaro), program Sekolah Religius, Nasionalis, dan Berbudaya (Serenada), serta aplikasi Pelaporan Kelahiran dan Kematian (E-Melati).

Pada aspek smart environment, Pemkot Blitar mengoptimalkan Sistem Informasi Penyedotan Tinja (Sidoti), Sistem Informasi Pelaporan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (Simponnik), serta Gerakan Masyarakat Peduli Kelola Sampah (Gempita). Sedangkan di sektor smart mobility, diimplementasikan layanan Blitar In Hands dan Sistem Informasi Data Bus Sekolah (Sidabus).

Menurut Tri Iman, keberadaan inovasi-inovasi ini akan terus dikembangkan. Bapperinda berupaya menggandeng dan berkolaborasi dengan lintas sektor baik pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, maayarakat hingga media untuk memasifkan penggunaan inovasi maupun aplikasi digital yang ada. Lewat kolaborasi aktif itu pihaknya berharap nantinya dapat memunculkan inovasi dan aplikasi baru yang diciptakan oleh OPD.

“Kebijakan smart city telah tertuang dalam Perda, Perwali, dan SK Wali Kota. Smart city ini kami arahkan sebagai kota modern dengan inovasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang berkelanjutan,” terang Tri Iman.

Tri Iman menambahkan, optimalisasi seluruh inovasi tersebut selaras dengan visi RPJMD Kota Blitar 2025–2029, yakni “Kota Blitar Maju, Sehat, dan Sejahtera menuju Kota Masa Depan.” (Fan)

Press ESC to close