Kota Blitar - Suasana khidmat menyelimuti pelataran UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Senin (1/6/2026). Ribuan masyarakat bersama tamu undangan mengikuti Kenduri Pancasila yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Grebeg Pancasila 2026 di Kota Blitar.
Tradisi budaya yang telah menjadi agenda tahunan ini berlangsung penuh makna sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya Pancasila yang digagas Bung Karno. Kenduri Pancasila digelar setelah seluruh rangkaian Grebeg Pancasila terlaksana, mulai dari Bedhol Pusaka Nagari, Pawai Lentera, Malam Tirakatan Macapat, Upacara Hari Lahir Pancasila, hingga Kirab Gunungan Lima.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan Pancasila tidak dapat dimaknai hanya sebagai dokumen kenegaraan yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, Pancasila merupakan jiwa bangsa yang menjadi pedoman dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur.
"Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis di pembukaan UUD. Dia adalah jiwa bangsa dan pedoman dalam mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, adil, dan makmur,"* tegas Mas Ibbin.
Mas Ibin menambahkan, lima sila dalam Pancasila lahir dari nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Karena itu, Grebeg Pancasila tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana refleksi agar masyarakat terus mengamalkan nilai-nilai tersebut.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rohmawati mengatakan Kenduri Pancasila merupakan ritus kelima sekaligus penutup seluruh rangkaian Grebeg Pancasila. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus media pendidikan karakter bagi masyarakat. Perpaduan antara tradisi budaya dan nilai kebangsaan menjadi kekuatan utama Grebeg Pancasila yang terus dijaga Pemerintah Kota Blitar.
"Harapan kami, melalui pelaksanaan upacara budaya ini masyarakat dapat terus nguri-uri kearifan lokal Kota Blitar sekaligus menjadikannya sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Makna filosofis Kenduri Pancasila juga disampaikan budayawan Sanggar Pasinaon Pambiworo Kota Blitar, Suroto. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni budaya, melainkan doa bersama masyarakat agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata.
"Kenduri Pancasila adalah simbol manunggaling rasa syukur, doa, dan harapan masyarakat. Seluruh rangkaian Grebeg Pancasila mengandung pesan agar warisan budaya dan nilai kebangsaan tetap lestari, tumbuh, serta menjadi penuntun kehidupan masyarakat Indonesia," tutur Suroto.
Pihaknya berharap tradisi Grebeg Pancasila terus dikembangkan sebagai identitas budaya khas Kota Blitar yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mengandung ajaran filosofis tentang persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan para pendiri bangsa. *Ipa/Kir