Dari Panduan Suara Sekolah ke Istana Negara, Nayottama Jadi Satu-satunya Wakil Kota Blitar di Gita Bahana Nusantara 2026

  • 01 August 2026

Kota Blitar - Tak pernah terpikir sebelumnya, hobi bernyanyi yang berawal dari ajakan seorang teman justru mengantarkannya tampil di panggung kenegaraan paling bergengsi di Indonesia. Nayottama Wildan Saputra, siswa kelas XII SMAN 1 Blitar asal Kelurahan Sananwetan, berhasil lolos sebagai personel Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026, dibagian suara tenor. Ia menjadi satu-satunya wakil Kota Blitar yang akan mengikuti pemusatan latihan nasional di Jakarta mulai 1 Agustus, sebelum tampil mengiringi Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Perjalanan Nayottama menuju GBN terbilang singkat, namun penuh perjuangan. Baru pada 2024, ia mulai serius menekuni dunia paduan suara. Sebelumnya, remaja yang gemar berburu foto kereta bersama komunitas railfans itu bahkan belum pernah mengikuti lomba menyanyi maupun paduan suara. Ketertarikannya muncul saat duduk di bangku SMP setelah seorang teman menilai suaranya bagus dan mengajaknya bergabung dalam paduan suara.

Sejak saat itu, Nayottama mulai belajar membaca partitur, memahami teknik vokal, hingga bergabung dengan ekstrakurikuler SMASA Choir di SMAN 1 Blitar. Dari sana, kecintaannya terhadap dunia paduan suara terus tumbuh.

"Nyanyi itu cuma untuk mengisi waktu luang. Justru lewat paduan suara saya menemukan kenyamanan karena bisa belajar bersama teman-teman dan akhirnya semakin mencintai dunia paduan suara," ungkap Nayottama.

Di balik pencapaiannya, Nayottama juga harus menghadapi tantangan dari lingkungan terdekat. Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari orang tuanya yang menginginkan dirinya lebih fokus pada prestasi akademik. Jadwal latihan yang padat, bahkan hampir setiap hari menjelang kompetisi, membuatnya harus pandai membagi waktu agar sekolah dan organisasi tetap berjalan seimbang.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Bersama SMASA Choir, Nayottama sukses meraih Juara I Lomba Paduan Suara HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur, 2nd Gold Medal pada 11th Brawijaya Choral Festival, serta 20th National Folklore Festival Universitas Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal saat mengikuti seleksi Gita Bahana Nusantara tingkat Jawa Timur di Malang.

Meski harus bersaing dengan peserta yang usianya mencapai 23 tahun, Nayottama berhasil lolos sebagai wakil Jawa Timur sektor tenor sekaligus menjadi satu-satunya peserta asal Kota Blitar yang akan tampil di Istana Negara.

"Kalau memang punya mimpi, pasti ada yang harus dikorbankan. Buktikan lewat prestasi bahwa apa yang kita perjuangkan bukan sekadar hobi. Saya juga bersyukur karena sekarang orang tua justru menjadi pendukung terbesar saya. Ke depan saya ingin melanjutkan kuliah di jurusan musik agar bisa terus mengembangkan kemampuan," ujarnya.

Keberhasilan Nayottama menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa berawal dari langkah yang sederhana. Berbekal ketekunan, disiplin, dan keberanian untuk terus belajar, remaja asal Kota Blitar itu kini bersiap membawa nama daerah dan Jawa Timur di panggung nasional. Sekaligus menginspirasi generasi muda bahwa setiap hobi dapat menjadi jalan menuju prestasi jika ditekuni dengan sungguh-sungguh. *Ipg/Kir

Press ESC to close