Kota Blitar - Tradisi Bersih Desa di Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, kembali digelar dari tanggal 14 - 21 Juni 2026. Kegiatan tahunan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Lurah Rembang, Wiyono Edo dikonfirmasi Jumat (19/6/ 2026) mengatakan Bersih Desa merupakan agenda rutin yang diselenggarakan kelurahan bersama masyarakat sebagai wujud syukur serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi warga.
Menurut Edo, tradisi ini juga memiliki makna membersihkan lingkungan dan kehidupan masyarakat dari berbagai hal yang dapat membawa dampak negative.
Pada pelaksanaannya tahun ini, Kelurahan Rembang mengusung tema “Lingkungan Bersih, Hidup Lebih Sehat dan Kebersamaan Kita, Rembang Semakin Maju.” Tema tersebut dipilih untuk mendorong semangat gotong royong, guyub rukun, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan.
"Dibanding tahun sebelumnya ada perbedaan yang cukup signifikan pada pelaksanaan Bersih Desa di Rembang karena menyesuaikan efisiensi anggaran yang ada. Namun hal itu tidak mengurangi ritme, keguyuban, kerukunan, serta semangat kegotongroyongan masyarakat," terang Edo.
Rangkaian kegiatan Bersih Desa, kata Edo, diawali dengan kerja bakti serentak di lingkungan kelurahan. Selanjutnya, warga mengikuti berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan seperti doa bersama lintas agama, khotmil Quran, ziarah pepunden desa, ujub dan tahlil, pengajian akbar, jalan sehat, hingga bazar UMKM.
Melalui pelaksanaan Bersih Desa, Kelurahan Rembang berharap tradisi budaya yang telah mengakar di masyarakat dapat terus dilestarikan. Sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong antarwarga. *Fan/Kir