Berita
17-09-2021
Polres Blitar Kota Angkat Puluhan Yatim-Piatu Akibat Covid-19, Menjadi Anak Asuh Jajaran Forkopimda

Blitar Kota - Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim piatu yang orang ltuannya meninggal karena Covid-19, Polres Blitar Kota mengangkat 40 anak asuh. Kapolres Blitar Kota, AKBP. Yudhi Hery Setiawan dikonfirmasi di Gedung Graha Patria, (17/9/2021) mengatakan giat sosial ini dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 dengan tema "Polantas yang presisi, tangguh dan tumbuh di era kenormalan baru". Memaknai tema itu, Polres Blitar Kota ingin lebih peduli dan bersimpati pada anak-anak yang ditinggal kedua orang tuannya akibat Covid-19. Yudhi menjelaskan terdapat 40 anak yang akan diasuh oleh Forkopimda Kota Blitar. Nantinya Forkopimda Kota Blitar akan mencukupi kebutuhan dan fasilitas pendukung bagi anak asuk yang masih dibawah umur 12 tahun. Harapannya anak-anak yang di asuh Forkopimda Kota Blitar kembali semangat untuk mengejar mimpi. “Dalam rangka hari ulang tahun lalu lintas bhayangkara ke-66 dengan tema Polantas yang presisi, tangguh dan tumbuh di era kenormalan baru dengan dua kegiatan yaitu vaksinasi dan pengangkatan anak asuh yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19/ dengan memberikan perhatian dan dukungan yang lebih” jelas Yudhi. Sementara itu, dalam Hari Bhayangkara ke-66 ini Polres Blitar Kota juga memberikan vaksinasi gratis bagi 3 anak usia 12 tahun, yang termasuk asuhan dari Forkopimda Kota Blitar. (Fan)

17-09-2021
Pemkot Blitar Matangkan 5 Indikator Penurunan Level II PPKM Jawa-Bali

Blitar Kota - Penurunan indikator level PPKM Kota Blitar dari III ke level II semakin matang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono dalam rapat mingguan penanganan Covid-19 bersama TNI-Polri secara virtual, (17/9/2021) di ruang kerja Wali Kota. Priyo mengatakan rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama TNI-Polri ini membahas upaya-upaya yang akan dilakukan Pemerintah Kota Blitar bersama TNI-Polri untuk menurunkan level PPKM. Priyo menjelaskan upaya atau indokator yang dibahas, diantaranya tingkat kematian perminggu tidak lebih dari 2 orang, positif ratenya tidak lebih dari 5%, testing kontak erat minimal 14 orang, keterpakaian BOR tidak sampai 60%, hingga kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 diatas 95%. Menurut Priyo, saat ini penanganan Covid-19 sudah berjalan baik. Harapannya satu minggu kedepan Kota Blitar dapat turun ke level II. Disinggung mengenai perluasan tracing dan testing, Priyo menyebut Satgas Covid-19 tingkat Kota dan Kecamatan terus menjalin koordinasi. Dalam rangka pendekatan bersama tokoh masyarakat, agar warga yang kontak erat Covid-19 bersedia ditracing “Indikator itu kami bahas dalam rakor anev mingguan, diantaranya tingkat kematian perminggu tidak lebih dari 2 orang, positif ratenya tidak lebih dari 5%, testing kontak erat minimal 14 orang, keterpakaian BOR tidak sampai 60%, hingga kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 diatas 95%” jelas Priyo. Turut hadir dalam rapat virtual ini seluruh Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Camat dan Lurah se-Kota Blitar. (Fan)

17-09-2021
Jadi Satu-satunya Daerah Berzona Orange Covid-19 di Jawa Timur, Wali Kota Blitar Akan Optimalkan 2T

Blitar Kota - Pemerintah Kota Blitar terus berupaya memperluas aksi testing dan tracing (2T) dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Blitar. Apalagi saat ini status zonasi Covid-19 Kota Blitar, satu-satunya yang berwarna orange di Jawa Timur. Wali Kota Blitar, Santoso dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Kamis (16/9/2021) mengatakan penetapan status zona penyebaran Covid-19 dilakukan pemerintah pusat. Pihaknya menilai Kota Blitar masuk dalam zona orange karena tingkat tracing dan testing masih belum maksimal. Sementara itu, tingkat kesadaran masyarakat juga rendah. Kebanyakan masih takut dan malu saat ditetapkan positif Covid-19. Oleh karena itu, perluasan 2T kini tidak hanya dilakukan pada kontak erat pasien Covid-19. Namun juga tenaga kesehatan, ASN hingga masyarakat umum. Satgas Covid-19 Kota Blitar bahkan membuka gerai swab antigen gratis di Aloon-Aloon Kota Blitar, sejak 13 September lalu. “Berdasar pengamatan saya, pelaksanaan tracing dan testing belum maksimal. Dengan peningkatan tracing dan testing mudah-mudahan Kota Blitar segera masuk zona kuning. Untuk vaksinasi, capaiannya sudah bagus" jelas Santoso. Santoso menambahkan jika 2T berjalan maskimal akan semakin memudahkan Satgas Covid-19 dalam melakukan deteksi dini. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kerjasama serta melakukan pendekatan secara humanis pada masyarakat. (Fan)

Streaming Mahardhika FM


Streaming Youtube


Facebook Page


Twitter LPPL Mahardhika FM