Berita
15-01-2021
Pemerintah Kota Blitar Bersama Jajaran TNI-Polri Gelar Operasi Yustisi di Alun-alun Kota Blitar. Puluhan Warga Yang Tidak Patuh Prokes Dikenai Sanksi.

Usai melaksanakan upacara gelar pasukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di halaman kantor Walikota, Pemerintah Kota Blitar bersama jajaran TNI-Polri menggelar Operasi Yustisi di Alun-alun Kota Blitar, Rabu 13 Januari 2021. Santoso-Walikota Blitar usai memonitoring pelaksanaan Operasi Yustisi mengatakan langkah ini menjadi upaya Pemerintah Kota Blitar untuk memutus penyebaran Covid-19, serta mendukung pelaksanaan PPKM disejumlah daerah. Masyarakat diminta meningkatkan kembali kepatuhannya dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, mengingat angka kasus konfirmasi saat ini masih cukup tinggi. Santoso mengatakan, Operasi Yustisi ini akan digencarkan, untuk mendukung beberapa aturan pembatasan kegiatan masyarakat yang tertuang dalam SE Walikota No. 01 Tahun 2021. “Secara prinsip kami ingin masyarakat meningkatkan kepatuhan dalam menerapkan protocol kesehatan Covid-19” jelas Santoso. Sementara itu, AKBP Yudhi Hery Setiawan-Kapolres Blitar Kota mengatakan Operasi Yusti ini untuk mendukung PPKM di Kota Blitar untuk mengimbangi kebijakan dari Pemprov Jatim. Yudhi menegaskan dalam Operasi Yustisi di sekitar Alun-alun Kota Blitar ini petugas berhasil menertibkan 37 pelanggar protokol kesehatan. 31 Diantaranya mendapat teguran lisan, sedangkan 6 lainny mendapat teguran tertulis. “Kita ingin mengimbangi PPKM di Kabupaten Blitar, karena ada 6 kecamatan Kabupaten Blitar yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota. Jangan sampai yang di Kabupaten kita perketat justru yang di Kota malah kendor” jelas Yudhi. Yudhi menambahkan, Operasi Yustisi diwilayah hukum Polres Blitar Kota akan lebih masif dilaksanakan sehari tiga kali. (Kir)

14-01-2021
Pelayanan Dispendukcapil Kota Blitar Dialihkan ke Online, Kecuali Untuk Perekaman e-KTP.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar ikut menindaklanjuti SE Walikota No. 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Terhitung sejak awal pekan kemarin, seluruh layanan dinas setempat dialihkan ke online, kecuali perekaman e-KTP. Imam Muslim-Plt. Kepala Dispendukcapil Kota Blitar, dikonfirmasi Kamis 14 Januari 2021 mengatakan langkah ini sebagai upaya dinas setempat untuk mendukung kebijakan Pemerintah, tanpa mengabaikan layanan kepada masyarakat. Imam mengatakan layanan kepengurusan dokumen kependudukan dan surat keterangan kependudukan sepenuhnya dialihkan ke online sampai tanggal 25 Januari 2021. Imam mencontohkan layanan dokumen kependudukan diantaranya kepengurusan Biodata Penduduk, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk ( KTP ), Surat Keterangan Kependudukan, dan Akta Pencatatan Sipil. Sedangkan layanan surat keterangan kependudukan meliputi Surat Keterangan Pindah, Surat Keterangan Kelahiran, dan lain-lain. Kepengurusan layanan ini bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi sipak.blitarkota.go.id. Namun demikian untuk layanan perekaman e-KTP masih bisa dilakukan secara tatap muka di kantor dinas setempat. Imam mengatakan perakaman e-KTP tetap dilayani pada jam kerja, dengan menerapkan protocol kesehatan Covid-19 yang ketat. Pihaknya juga menyebut tidak ada batasan pelayanan, karena mayoritas warga Kota Blitar yang usianya 17 tahun ke atas sudah melakukan perekaman. “Awal tahun ini permintaan perekaman e-KTP di Kota Blitar hanya berkisar 4-6 orang perhari. Ketersediaan blanko juga masih aman” kata Imam. Imam menambahkan perekaman e-KTP juga bisa dilakukan di tiga kantor kecamatan Kota Blitar. Namun untuk Kecamatan Sukorejo, saat ini masih ada troubel sistem, sehingga perekaman untuk warga Kecamatan Sukorejo bisa dilayani di kantor dinas setempat. (Kir)

14-01-2021
Sejumlah Rumah Sakit Swasta Kota Blitar Dirikan Tenda Darurat, Untuk Memback-up Antrian Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan.

Tingginya kasus Covid-19 di Kota Blitar beberapa waktu terakhir, mendorong sejumlah rumah sakit swasta mengambil sikap siaga. Yang mana sejak awal pekan lalu, sejumlah rumah sakit swasta di Kota Blitar mulai menyiapkan atau mendirikan tenda darurat, untuk memback up antreant pasien Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan. Mafrurrochim Hasyim-Dirut RS Syuhada Haji Kota Blitar dikonfirmasi Kamis 14 Januari 2021 mengatakan pendirian tenda darurat ini sesuai dengan rapat koordinasi dengan Pemerinta Kota Blitar beberapa waktu lalu. Yang mana seluruh rumah sakit swasta diminta untuk bersiap-siap memback up pasien COVID-19 dari Rumah Sakit Rujukan. Hasyim menegaskan, saat ini RS Syuhada Haji belum membuka pelayanan pasien Covid-19. Namun berbagai persiapan sudah dilakukan, menyusul perkembangan kasus dikota blitar terus mengalami peningkatan. Hasyim menegaskan, tenda darurat yang disiapkan rumah sakit setempat memiliki kapasitas menampung sekitar 5 orang. Sedangkan ruang isolasi di lantai atas sebanyak 15 bed, dan 2 bed dilanatai bawah. Ruang isolasi di lantai bawah digunakan untuk transit pasien Covid-19 sebelum masuk ke ruang isolasi. “Saat ini tenda darurat belum kami fungsikan karena sarana prasaran masih dalam proses dilengkapi. Kami juga belum bisa memastikan, apakah tenda darurat ini untuk sentralisasi pasien suspect sambil menunggu ketersediaan ruang isolasi atau justru tenda untuk penanganan kegawat-daruratan pasien umum” kata Hasyim. Hal senada juga disampaikan Imro Atus Saadah-Kasubid Humas RSI Aminah Blitar yang mengatakan bahwa pendirian tenda darurat ini untuk antisipasi antrian layanan pasien Covid-19. Namun saat ini masih dalam tahap persiapan. Imro menjelaskan di RSI Aminah sebelum pasien Covid-19 dibawa ke ruang isolasi, mereka hasus diperiksa terlebih dahulu di IGD khusus menangani kasus Covid-19. Sehingga jika ruang IGD ini penuh, maka pasien bergejala atau suspek Covid-19 akan diperiksa di tenda darurat. “Untuk ketersediaan ruang isolasi saat ini sudah penuh. Kami terus berkoordinasi dengan Satua Tugas terkait hal ini” tegas Imro. Sebelumnya, Hakim Sisworo-Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar mengatakan kerjasama dengan rumah sakit swasta ini memang menjadi alternatif yang dipilih Pemerintah Kota untuk mengatasi lonjakan kasus yang ada di Rumah Sakit Rujukan Covid-19. (Kir)

Streaming Mahardhika FM


Streaming Youtube


Facebook Page


Twitter LPPL Mahardhika FM