Berita
09-06-2021
PDAM Kota Blitar Pastikan Pasokan Air Untuk Pelanggan Tidak Terganggu Selama Musim Kemarau.

Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Blitar terus berupaya agar pelayanan terhadap pelanggan maksimal dalam berbagai kondisi. Saat kemarau pun, PDAM memastikan kualitas dan pasokan air di Kota Blitar tidak akan terganggu. Demikian disampaikan Basuki Agus Riono-Direktur PDAM Kota Blitar, dikonfirmasi Rabu 09 Juni 2021. Basuki menegaskan datangnya musim kemarau memang membuat sebagian masyarakat khawatir terhadap dampak kekeringan. Mengingat, hal itu bisa berimbas terhadap air PDAM menjadi berkurang atau keruh. Namun pihaknya memastikan hal itu tidak akan terjadi. Karena, PDAM telah mengkatifkan 12 sumur dari total 25 yang ada. Kondisi ini diyakini bisa menjamin kebutuhan air 6.342 pelanggan. “Tahun-tahun kemarin itu baru 8 sumur yang aktif, kemudian kita tambah 4 lagi. Jadi saat kemarau tidak akan menjadi masalah untuk kita” kata Basuki. Sedangkan terkait kualitas air, Basuki menegaskan PDAM juga terus melakukan peningkatan. Apalagi saat ini pihaknya tengah melaksakan treatment melalui proyek NUWSP. Air produksi PDAM nantinya akan melewati proses filter, untuk menyaring kandungan mangan dan besi dalam air. “Saat proyek NUWSP rampung Juli nanti, Insyaallah kualitas air kita nanti membaik” tegas Basuki. Sementara itu, NUWSP merupakan proyek yang didanai Bank Dunia sebesar Rp. 11,8 miliiar. Selain membangun filter, PDAM juga memperbaiki jaringan air berdasarkan zonasi. (Kir)

09-06-2021
Dinas Kesehatan Kota Blitar Pastikan 21 Kelurahan Sudah Melaksanakan Vaksinasi Lansia.

Vaksinasi ditingkat kelurahan Kota Blitar, hingga saat ini disesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin. Namun, Dinas Kesehatan memastikan, 21 kelurahan di Kota Blitar sudah melaksanakan vaksinasi pada kelompok lansia. Didik Jumianto-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar saat dikonfirmasi Rabu 09 Juni 2021 mengatakan sebelumnya ada sekitar 7 kelurahan yang vaksinasinya molor, akibat stok vaksin tidak mencukupi. Diantaranya Kelurahan Sananwetan, Gedog, Bendogerit, Sukorejo, Pakunden, Sentul, dan Kepanjen Kidul. Namun demikian, per tanggal 08 Juni 2021, 7 kelurahan tersebut sudah melaksanakan vaksinasi karena secara bertahap Pemkot Blitar juga menerima distribusi dari Provinsi. “Kita secara bertahap itu menerima distribusi terus. Terakhir tanggal 03Juni 2021 kemarin, kita terima 180 vial dosis vaksin Sinovac, lansung kami distribusikan ke fasilitas kesehatan. Jadi kelurahan yang sempat molor beberapa waktu lalu, sudah bisa melaksanakan vaskinasi” jelas Didik. Didik menjelaskan saat ini percepatan vaksinasi lansia terus dimaksimalkan, karena capaiannya masih tergolong rendah. Padahal langkah pendekatan hingga jemput bola sudah dilakukan. Menurur Didik, dari target 70%, cakupan vaksinasi Kota Blitar pertanggal 08 Juni masih mencapai 34,25% dari jumlah sasaran 10.734 lansia. “Kita terus kejar cakupan vaksin lansia, yang pelayan public juga berjalan sekarang” terang Didik. Didik menghimbau agar lansia yang sudah terdata sebagai penerima vaksin, tidak menolak penyuntikan tenaga kesehat dari puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Sebab, vaksin menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19. (Kir)

09-06-2021
Dampak Refocusing Anggaran, Kegiatan Virtual Seni-Budaya di Kota Blitar Ikut Terpangkas.

Refocusing anggaran yang dilakukan Pemkot Blitar untuk penganan Covid-19, berdampak terhadap kegiatan di masing-masing OPD, tak terkecuali Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Akibat refocusing, kegiatan virtual seni-budaya yang rutin dilaksanakan dinas setempat, tiap bulan ikut terpangkas. Tri Iman Prasetyono-Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, dikonfirmasi Rabu 09 Juni 2021 mengatakan kegiatan virtual ini regular, diluar jadwal Bulan Bung Karno. Mengingat, sejak 2020 pihaknya mengagendakan kegiatan seni-budaya setiap bulan, melalui channel youtube dinas setempat. Tri Iman tidak menampik jadwal kegiatan berkurang seiring terpangkasnya anggaran pelaksanaan. Misalnya pagelaran jaranan, dari 36 grub yang dijadwalkan, kini hanya 10 grub saja yang mendapat jatah tampil. Sedangkan grub musik, dari 12 grub menjadi 3 grub saja. “Pelaksanaannya jadi tidak paten setiap bulan, tapi fleksibel menyesuaikan dengan kegiatan dinas dan Pemkot Blitar” jelas Tri Iman. Meski tidak menyebut detail, namun Tri Iman menafsir anggaran yang terpangkas di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sekitar Rp. 800 juta. Kondisi ini pun sudah disampaikan ke pelaku seni-budaya Kota Blitar, yang secara legowo memahami dan ikut mendukung program yang tengah berjalan. Tri Iman mengaku meski jadwal reguler terpangkas namun pihaknya tetap berupaya agar seniman dan budayawan berdaya. Diantaranya dengan memfasilitasi panggung di peringatan Bulan Bung Karno. “Kita maksimalkan dipanggung peringatan Bulan Bung Karno ini, sebulan penuh hampir ada kegiatan” pungkas Tri Iman. (Kir)

Streaming Mahardhika FM


Streaming Youtube


Facebook Page


Twitter LPPL Mahardhika FM