Berita
18-09-2021
LKS Kota Blitar Kembali Salurkan Bantuan Sosial Bagi Disabilitas.

Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kota Blitar kembali melakukan kunjungan dan penyerahan bantuan berupa paket sembako ke penyandang disabilitas. Sabtu 18 September 2021, penyaluran dilakukan di lingkungan Kelurahan Kepanjenlor. CH. M. Hartuti-Ketua LKS Kota Blitar mengatakan sejak di bentuk 8 bulan yang lalu, LKS Kota Blitar sudah memiliki 20 relawan yang rutin melakukan bakti sosia 2 kali seminggu, dengan sasaran bergilir. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menyisir keberadaan penyandang disabilitas yang belum tercover bantuan dari Pemerintah. Terkait sumber dana berasal dari swadaya masyarakat. Sejak dibentuk, Hartuti mengaku mengajak masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan sosial ini dengan menyetorkan sampah plastik dari lingkungan mereka ke skretariat. Selanjutnya dikumpulkan dan setiap bulan dijual ke pengepul. Hasilnya kemudian dimanfaatkan untuk memenuhu kebutuhan pokok untuk para penyandang disabilitas. “ Sejak kemarin kita sudah lakukan penyalurannya, 15 titik dan hari ini 4 titik karena ada donatur Beras dari Masyarakat, dan itu tersebar di 3 Kecamatan,” kata Hartuti. Sesuai data di sekretariat LKS, saat ini ada sekitar 200 lebih penyandang disabilitas di Kota Blitar, baik disabilitas mental, fisik dan sebagainya. Surya Muhammad-Mahardhika Fm.

18-09-2021
DPRD Kota Blitar Setujui Raperda Perubahan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2021.

Keputusan itu disampaikan saat rapat paripurna, 17 September 2021 di Gedung Graha Paripurna. Rapat dipimpin SKetua DPRD dan dihadiri jajaran forkopimda, assisten pemerintahan, staff alhi, Kepala OPD hingga Camat di Kota Blitar. Terdapat dua agebda dalam rapat kali ini yaitu Penetapan Perubahan Program Pembentukan Perda (PROPEMPERDA) Kota Blitar 2021, dan Penetapan Persetujuan Bersama atas Raperda Perubahan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2021. Syahrul Alim-Ketua DPRD Kota Blitar mengatakan APBD 2021 Kota Blitar mengalami perubahan, dari semula Rp. 961 miliar menjadi Rp. 1 triliun 55 miliar. Hal ini terjadi karena terdapat beberapa perubahan dibeberapa pos anggaran. Diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp. 885 miliar turun menjadi Rp. 867 miliar. Belanja Daerah meningkat, dari proyeksi sebesar Rp. 960 miliar menjadi Rp. 1 triliun 53 milliar. Syahrul mengatakan setelah ditetapkan, raperda Perubahan APBD Kota Blitar akan segera dievaluasi Gubernur Jawa Timur hingga 14 hari kedepan. Pihaknya berharap tidak akan ada revisi dari Gubernur sehingga pertengahan Oktober nanti sejumlah kegiatan prioritas dan strategis bisa direalisasikan. “ Rapat ini kita percepat , karena waktu sudah mepet, karena nanti masih harus di evaluasi Gubernur 14 hari, kita harapkan semuanya clear, jadi nanti di awal atau prtengahan Oktober kegiatan sudah bisa di mulai,” kata Syahrul Sementara itu, Santoso-Wali Kota Blitar menyampaikan apresiasinya atas masukan dan kritikan yang disampaikan anggota DPRD selama pembahasan Perubahan APBD tahun 2021. Pihaknya juga menerima beberapa catatan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD terkait proyek strategis yang diwacanakan Pemerintah Kota. Diantaranya Penyelesaian Taman Sehati di Tanjungsari, pembangunan sentra pedagang eks Jl. Masjid di area pasar Dimoro, dan pembangunan Pasar Legi Kota blitar. Santoso menyebut beberapa catatan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh tim internal Pemerintah Kota dan segera direalisasikan. “ Saya sampaiakan apresiasi terhadap DPRD Kota Blitar, yang telah bekerja keras merampungkan pembahasan 4 Raperda yang telah masuk dalam Propemperda Kota Blitar 2020 – 2021, sehingga di tetapkan menjadi Peraturan Daerah,” ungkap Santoso. Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan nota persetujuan penetapan APBD Perubahan oleh Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Blitar. Sur

18-09-2021
Satu Guru Terkonfirmasi Positif, PTM Terbatas SDN 03 Sananwetan Dihentikan Sementara.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SDN Sananwetan 03 Kota Blitar terpaksa dihentikan, sebab salah seorang guru diketahui hasil antigennya positif. Pembelajaran terpaksa dihentikan dan akan kembali dimulai Senin, 20 September 2021. Demikian disampaikan Bakti Nugraharini-Kepala SDN Sananwetan 03 Kota Blitar Sabtu, 18 September 2021. Bakti menjelaskan, pembelajaran kembali dilakukan secara daring atau online sejak Kamis, 16 September 2021 lalu. Sebelumnya satu guru honorer ini melakukan test swab antigen sebagai persyaratan mengikuti test SKD PPPK non guru di Kota Blutar. Menurut Bakti, sesuai aturan pembelajaran tatap muka terbatas, jika ada guru atau tenaga pendidik yang terkonfirmasi positif Covid-19 maka kegiatan pembelajaran harus kembali dilakukan secara daring. Selama pembelajaran daring, Bakti mengaku melakukan sterilisasi hingga Minggu 19 September. Bakti mengaku sterilisasi melibatkan tim Satgas Covid-19 dari Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar. “Ïya ada satu yang positif, kita lakukan screening hasilnya negative semua. Akhirnya sesuai SOP ya kita hentikan dulu PTMnya. Nanti masuk lagi hari Senin 20 september.” Menanggapi hal itu, Didit Rahman Hidayat-Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar Didit mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tentang adanya satu guru positif. Yang bersangkutan berasal dari Kabupaten Blitar dan kini tengah menjalani isolasi. Didit menjelaskan pihaknya juga melakukan tracing kepada 22 kontak erat. Secara keseluruhnya hasinya dinyatakan negatif Covid-19. “ “Kita ikuti aturan pemerintah yaa, kita juga pantau terus. Satgas juga kita minta jangan sampai kendor. Diberitakan sebelumnya, PTM terbatas berlangsung di Kota Blitar usai Kota Blitar turun ke level III. SDN Sananwetan 03 Kota Blitar mulai menggelar PTM terbatas Kamis 9 September lalu. (fik).

Streaming Mahardhika FM


Streaming Youtube


Facebook Page


Twitter LPPL Mahardhika FM