Berita
15-01-2021
Wali Kota Blitar Larang Masyarakat Menggelar Hajatan Pernikahan Selama Pelaksanaan PPKM.

Kota Blitar memperketat kebijakan pelaksanaan hajatan pernikahan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Selain karena masih tingginya kasus Covid-19, kebijakan ini juga untuk mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disejumlah daerah di Jawa Timur. Santoso-Walikota Blitar dikonfirmasi Rabu 13 Januari 2021 mengatakan hajatan pernikahan saat ini belum memungkinkan dilakukan, karena angka kasus di Kota Blitar masih tinggi, meskipun status zonasinya berada di warna orange. Selian itu, pihaknya juga harus menyesuaikan kebijakan daerah tetangga, Kabupaten Blitar yang saat ini masih berzona merah dan masuk dalam daftar daerah yang melaksanakan PPKM. Menurut Santoso, bagi masyarakat yang sudah mempersiapkan hajatan pernikahan dan mengantongi izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, agar menangguhkan acaranya terlebih dahulu. Warga yang ingin menikah dianjurkan untuk melangsungkan akad terlebih dahulu dengan pembatasan tamu undagan maksimal 30 orang. Jika ada yang melanggar, menurut Santoso akan dibubarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Meski tidak tertuang dalam SE Walikota No. 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan untuk Pencegahan Pengendalian Covid-19, namun hal itu bisa menjadi acuan masyarakat bahwa pembatasan di Kota Blitar saat ini sedang diperketat. Menurutnya hajatan pernikahan bisa dilakukan jika kondisi perkembangan Covid-19 di Kota Blitar sudah stabil dan memasuki zona hijau. “Kalau setelah PPKM selesai dan zonasi kita ada di warna hijau silahkan menggelar hajatan pernikahan, selama belum ya tolong untuk dimengertilah” kata Santoso. Sementara itu, PPKM di Jawa Timur berlangsung mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Terdapat 11 daerah Kota-Kabupaten yang ditunjuk melaksanakan kebijakan tersebut diantaranya Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar dan lainnya. (Kir)

15-01-2021
10 Pejabat dan Tokoh Publik Kota Blitar Akan Terima Vaksin Tahap Pertama Ditahun 2021.

Sobat, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kota Blitar dipastikan akan dilakukan pada bulan Februari 2021. Beberapa persiapan tengah mulai dilakukan termasuk, memetakan siapa saja yang akan divaksin tahap pertama tahun 2021. Sesuai dengan Surat Petunjuk Teknis (Juknis) Distribusi dan Pelaksanaan Vaksin yang dikeluarkan Kemenkes RI melalui direktorat jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tanggal 08 Januari 2021. Penerimaan vaksin Covid-19 di 34 Provinsi akan dimulai pada 14 Januari 2021. Santoso-Wali Kota Blitar saat dikonfirmasi Kamis, 14 Januari 2021 mengatakan, untuk Kota Blutar akan menerima vaksin Covid-19 pada bulan Februari 2021. Terdapat 10 tokoh dan pejabat publik yang akan divaksin untuk tahap pertama ini. Diantaranya Pjs Sekretaris Daerah, Kapolres, Pjs Komandan Kodim 0808, Ketua MUI, Ketua NU, dan Ketua Muhammadiyah Kota Blitar. Sementara untuk 4 lainnya masih dalam tahap perundingan. Penentuan 10 pejabat publik dalam pelaksanaan Vaksin ini sesuai dengan Surat dari Kemenkes RI melalui Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Yang mana didalamnya menyebutkan penunjukkan 10 pejabat dan tokoh ini untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan dan kehalalan vaksin. "Vaksinasi akan kita lakukan Februari yaa, ini akan diawali 10 Pejabat dan Tokoh Publik Kota Blitar yang akan divaksin untuk pertama kali untuk memastikan vaksin itu aman." Untuk diketahui sobat, untuk pelaksanaan program vaksinasi ini, terdapat 11 fasilitas kesehatan dan 105 vaksinator yang telah disiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Blitar. (fik)

15-01-2021
Pemerintah Kota Blitar Adakan Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi Satgas Penanganan Covid-19.

Sobat, Kamis, 14 Januari 2021 Pemerintah Kota Blitar melakukan rapat koordinasi analisa dan evaluasi satuan tugas penanganan Covid-19 di Ruang sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar. Rapat ini sebagai bentuk upaya percepatan penanggulangan covid-19 di Kota Blitar pada tahun 2021 ini. Rapat diawali dari pemaparan laporan penanganan Covid-19 selama 2020, mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala RS Rujukan Covid-19, hingga Satpol PP Kota Blitar. Rapat dipimpin oleh Santoso Wali Kota Blitar, membahas tentang langkah-langkah penanganan Covid-19 di Kota Blitar. Beberapa hal yang dibahas dalam rapat ini diantaranya, pengetatan kembali operasi Yustisi diberbagai tempat, misalkan saja dipasar tradisional yang dinilai berkerumun saat dini hari. Santoso juga menjelaskan, langkah antisipasi lain terkait penanganan Covid-19 diantaranya, ditutupnya isolasi mandiri yang dinilai kurang efektif dalam meminimalisir Covid-19. Untuk itu, saat ini Santoso bersama tim satgas Covid-19 telah merencanakan penyusunan Rumah Isolasi tambahan ditahun ini. Beberapa tempat yang ditunjuk diantaranya, SMPN 3 yang berada di Jl. Supriyadi, dan Rusunawa 511 Kota Blitar. Namun pihaknya masih belum dapat memastikan beberapa tempat ini, dikarenakam masih akan dikoordinasikan dengan seluruh tim. "Rapat ini tadi dijabarkan laporan selama 2020, dan ditemukan beberapa keputusan bahwa peningkatan Covid-19 harus ditingkatkan lagi, sama Isolasi Mandiri ini akan dihetikan karena ngga efektif. Untuk itu kita mulai merancang Rumah Isolasi tambahan yang masih kita rundingkan juga sampai saat ini." Turut hadir dalam rapat ini, Kepala Puskesmas, Camat, dan seluruh tim satuan Tugas Covid-19 di seluruh wilayah Kota Blitar. (fik)

Streaming Mahardhika FM


Streaming Youtube


Facebook Page


Twitter LPPL Mahardhika FM