Berita
14-04-2021
Angka Partisipasi Program KB di Kota Blitar Selama Tahun 2020 Mencapai 3.240 Orang.

Kesadaran masyarakat Kota Blitar untuk berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB) terbilang cukup bagus. Hal ini bisa dilihat dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar. Selama tahun 2020, kesertaan ber-KB masyarakat mencapai 3.240 orang, dari Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) sebanyak 4.181 orang. Sulistiani-Kepala DP3AP2KB Kota Blitar dikonfirmasi Rabu 14 April 2021 mengatakan capaian ini terbilang bagus karena pelaksanaannya ditengah pandemic Covid-19. Tidak hanya itu, jika dibandingkan tahun 2019, capaian KB tahun 2020 juga lebih tinggi. Sulistiani menyebut capaian KB tahun 2019 sekitar 2.881 orang dari PPM Kota sebanyak 2.850 orang. Menurut Sulistiani, tingginya kesertaan masyarakat dalam ber-KB ini, karena tahun lalu dinas setempat sering mengadakan KB serentak. “Selain itu pelayanan difasilitas kesehatan (faskes) juga tetap berjalan, meski dengan protocol kesehatan yang ketat” tegas Sulistiani. Sulistiani menyebut dari 7 metode kontrasepsi yang tersedia, KB jenis IUD, Suntik, Pil, dan kondom yang paling banyak diminati masyarakat. Rinciannya IUD sebanyak 1.196 penerima, suntik sebanyak 651 penerima, pil 592 penerima, dan kondom 369 penerima. “Penerima IUD ini naiknya lumayan tinggi ya. Tahun 2019 itu ada dikisaran 983, meningkat sekitar 213 orang pada tahun 2020” imbuh Sulistiani. Sulistiani mengatakan tahun ini akan mengoptimalkan kembali pelaksanaan program KB. Meski masih dalam situasi pandemic Covid-19, pihaknya memastikan pelayanan KB di fasilitas kesehatan tidak terkendala. (Kir)

14-04-2021
Dinas Kesehatan Menyebut Puluhan Ojol di Kota Blitar Telah Menerima Vaksin Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 tahap dua di Kota Blitar, kini sudah menyasar pengemudi ojek online (ojol). Demikian disampaikan Didik Jumianto-Kepala Bidang Penvegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar. Didik mengatakan sekitar 86 pengemudi ojol di Kota Blitar sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, 08 April 2021. Menurut Didik pengemudi ojol yang menerima vaksin ini sesuai dengan pendataan awal yang dilakukan dinas setempat. Namun penyuntikannya baru bisa dilakukan sekarang, karena menyesuaikan ketersediaan stok vaksin Covid-19. Didik mengaku juga membuka kesempatan bagi pengemudi ojol yang belum terdata dan menerima vaksin. Pihaknya menganjurkan agar pengemudi ojol mengajukan diri ke manajemen yang menaungi. “Kami melaksanakan vaksinasi ke ojek online ini juga mengacu data yang diajukan manajemennya” kata Didik. Didik menambahkan pengemudi ojol pada penerimaan vaksin ini, masuk dalam kelompok pelayan publik. Mereka juga menjadi kelompok rentan, karena memiliki intensitas bertemu masyarakat dan mobilitasnya tinggi. Sementara itu, selain pelayan publik, vaksinasi Covid-19 tahap ke dua ini juga menyasar kelompok lanjut usia (lansia). Pemberian vaksin untuk lansia juga dilakukan bertahap, menyesuaikan ketersediaan stok vaksin. (Kir)

14-04-2021
Selama Ramadhan 1442 Hijriah, Jam Kerja ASN di Kota Blitar Berkurang 5 Jam Perminggu

Pengurangan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kota Blitar ini menindak lanjuti SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) No. 9 Tahun 2021, tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1442 Hijriah Bagi Pegawai ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah. Suyoto-Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar dikonfirmasi 14 April 2021 mengatakan pengurangan jam kerja ASN selama Ramahdan ini, dari sebelumnya 37,5 jam perminggu, menjadi 32,5 jam saja. Kebijakan ini juga sudah tertuang dalam Surat Edaran Sekretariat Daerah Kota Blitar dan diedarkan ke masing-masing OPD, sejak 12 April 2021. Suyoto mengatakan untuk OPD yang menerapkan 5 hari kerja, Senin-Kamis yang normalnya dimulai jam 07.00-15.00 WIB, selama Ramadhan dimulai jam 07.30-14.00 WIB. Kecuali hari Jumat, mulai jam 07.30-14.30 WIB. Sedangkan OPD dengan 6 hari kerja, Senin-Jum’at dimulai jam 07.30-13.00 WIB. Kemudian untuk Jum’at dimulai jam 07.30-13.00 WIB, dan hari Sabtu mulai jam 07.00-13.00 WIB. Hal ini juga berlaku bagi ASN yang ditempatkan di RSUD Mardi Waluyo dan Puskesmas. “Untuk lembaga yang menerapkan 5 hari kerja, Senin-Kamis dimulai jam 07.00-13.30 WIB, dan hari Jum'at jam 07.00-14.00 WIB. Sedangkan untuk yang menerapkan 6 hari kerja, Senin-Kamis mulai jam 07.00-13.30 WIB, Jumat mulai jam 07.00-11. 00, dan hari Sabtu jam 07.00-11.30 WIB” kata Suyoto. Suyoto menambahkan selama Ramadhan, pelaksanaan ibadah dilingkup kerja ASN juga harus mematuhi protocol kesehatan Covid-19, sebagaimana diatur dalam SE Wali Kota No. 188 Tahun 2021. (Kir)

Streaming Mahardhika FM


Streaming Youtube


Facebook Page


Twitter LPPL Mahardhika FM